Rumah murah Solo harga di bawah 150 juta masih menjadi incaran banyak orang, terutama pembeli rumah pertama, pasangan muda, dan masyarakat yang mencari hunian dengan anggaran terbatas.
Namun, memasuki 2026, pertanyaannya menjadi semakin menarik: apakah masih ada rumah di Solo dengan harga di bawah Rp150 juta?
Jawabannya adalah masih mungkin ditemukan, tetapi pilihannya semakin terbatas. Untuk rumah baru yang masuk program subsidi pemerintah, harga di bawah Rp150 juta sudah jauh lebih sulit ditemukan. Data rumah subsidi yang tercatat dalam sistem resmi Sikumbang BP Tapera saat ini menunjukkan banyak unit di Jawa Tengah berada pada harga sekitar Rp166 juta. Contohnya, beberapa perumahan subsidi di Sukoharjo tercatat dengan harga Rp166 juta untuk tipe 30/60 atau 34/60.
Karena itu, calon pembeli yang memiliki anggaran maksimal Rp150 juta perlu memperluas pencarian, tidak hanya di Kota Solo, tetapi juga di wilayah Solo Raya.
Apakah Rumah di Bawah Rp150 Juta Masih Ada di Solo?
Ada, tetapi jenis propertinya perlu diperhatikan.
Rumah dengan harga di bawah Rp150 juta saat ini lebih mungkin ditemukan dalam beberapa kategori, seperti:
- Rumah bekas.
- Rumah sederhana di lokasi yang lebih jauh dari pusat Kota Solo.
- Rumah yang membutuhkan renovasi.
- Rumah hasil penjualan cepat.
- Rumah dengan luas bangunan atau tanah yang lebih kecil.
- Rumah di wilayah sekitar Solo Raya.
- Rumah yang dijual langsung oleh pemilik.
- Properti yang bukan bagian dari program rumah subsidi baru.
Sementara itu, untuk rumah subsidi baru, harga Rp150 juta sudah berada di bawah harga yang banyak tercantum dalam sistem perumahan subsidi resmi.
Sebagai contoh, NIMAS RESIDENCE di Kecamatan Gentan, Sukoharjo, tercatat di Sikumbang dengan harga rumah subsidi Rp166 juta untuk tipe 30/60. Perumahan tersebut masih berada di kawasan Solo Raya sehingga relevan bagi pencari rumah dengan lokasi sekitar Solo.
Mengapa Harga Rumah Subsidi Sudah di Atas Rp150 Juta?
Salah satu faktor utamanya adalah batas harga rumah subsidi.
Dalam praktiknya, rumah subsidi di Jawa Tengah banyak dipasarkan pada harga Rp166 juta. Data resmi BP Tapera juga menunjukkan contoh rumah subsidi di berbagai daerah dengan harga tersebut. Misalnya, Perumahan Griya Mandira Village di Sragen pada 2025 tercatat memiliki harga jual Rp166 juta untuk tipe 30/60.
Data Sikumbang juga menunjukkan pola yang sama di wilayah sekitar Solo. Griya Mandira Village 5 di Tanjung Sukoharjo, misalnya, mencantumkan beberapa tipe rumah subsidi dengan harga Rp166 juta.
Artinya, apabila Anda menemukan iklan rumah baru subsidi di Solo dengan harga Rp130 juta atau Rp140 juta, sebaiknya jangan langsung melakukan pembayaran.
Periksa terlebih dahulu:
- Apakah harga tersebut merupakan harga rumah sebenarnya?
- Apakah unit tersebut benar-benar rumah subsidi?
- Apakah harga belum termasuk biaya tertentu?
- Apakah harga merupakan promo terbatas?
- Apakah properti tersebut rumah baru atau rumah bekas?
- Apakah iklan masih aktif?
Wilayah Mana yang Perlu Dicari?
Jika target harga maksimal Rp150 juta, pencarian sebaiknya tidak hanya difokuskan pada Kota Surakarta.
Solo memiliki wilayah perkotaan yang cukup padat. Harga tanah dan properti di kawasan yang semakin dekat dengan pusat kota cenderung lebih tinggi.
Karena itu, pencari rumah murah dapat mempertimbangkan kawasan Solo Raya, seperti:
- Sukoharjo.
- Karanganyar.
- Boyolali.
- Klaten.
- Sebagian wilayah Wonogiri.
- Area sekitar Solo Baru.
- Mojolaban.
- Baki.
- Gatak.
- Gondangrejo.
- Ngemplak.
- Teras.
Beberapa kawasan tersebut memiliki perumahan yang secara geografis masih mudah diakses dari Solo, tetapi harga tanah dan rumah dapat berbeda dibandingkan pusat Kota Surakarta.
Di wilayah Karanganyar dan Sukoharjo, misalnya, terdapat sejumlah kawasan perumahan yang dipasarkan sebagai perumahan subsidi atau hunian terjangkau. PERUMAHAN SUBSIDI SOLO dan Perumahan subsidi Solo Raya merupakan contoh lokasi yang dapat menjadi titik pencarian awal.
Rumah di Bawah Rp150 Juta Biasanya Seperti Apa?
Jika anggaran Anda benar-benar maksimal Rp150 juta, jangan hanya melihat harga. Perhatikan juga kondisi rumah.
Rumah murah bisa memiliki karakteristik seperti:
1. Rumah Bekas
Rumah bekas menjadi salah satu pilihan yang cukup realistis.
Pemilik yang membutuhkan dana cepat terkadang menjual rumah dengan harga lebih rendah dibandingkan harga rumah baru di kawasan yang sama.
Namun, pembeli harus memeriksa kondisi bangunan dan dokumen secara menyeluruh.
2. Rumah yang Membutuhkan Renovasi
Harga rumah bisa lebih rendah karena membutuhkan perbaikan.
Misalnya:
- Atap perlu diperbaiki.
- Lantai perlu diganti.
- Kamar mandi perlu direnovasi.
- Dinding perlu dicat ulang.
- Instalasi listrik perlu diperiksa.
- Saluran air perlu diperbaiki.
Rumah Rp140 juta belum tentu lebih murah daripada rumah Rp160 juta jika membutuhkan biaya renovasi Rp30 juta.
3. Rumah di Pinggiran Solo Raya
Pilihan lain adalah mencari rumah sedikit lebih jauh dari pusat kota.
Misalnya, rumah di kawasan Boyolali, Sukoharjo, atau Karanganyar dapat menjadi alternatif bagi orang yang tetap ingin bekerja atau beraktivitas di Solo.
Namun, perhitungkan biaya transportasi dan waktu perjalanan.
4. Tanah dengan Bangunan Sederhana
Ada pula properti yang dijual dengan bangunan sederhana di atas lahan yang relatif kecil.
Jenis properti seperti ini dapat masuk dalam anggaran Rp150 juta, tetapi status sertifikat, akses jalan, dan legalitas harus diperiksa dengan teliti.
Apakah Rumah Subsidi Rp150 Juta Masih Bisa Ditemukan?
Untuk rumah subsidi baru, jawabannya perlu lebih hati-hati.
Saat ini, data resmi Sikumbang menunjukkan banyak rumah subsidi di Jawa Tengah berada pada harga Rp166 juta. Contohnya Nimas Residence di Gentan Sukoharjo, yang mencantumkan tipe 30/60 dengan harga Rp166 juta.
Dengan demikian, target harga Rp150 juta berada sekitar Rp16 juta di bawah angka tersebut.
Bukan berarti tidak mungkin ada penawaran berbeda. Promo pengembang, rumah bekas, atau skema tertentu dapat membuat harga efektif yang dibayar konsumen berbeda.
Namun, jangan menyamakan:
Harga rumah Rp150 juta
dengan
uang yang perlu disiapkan Rp150 juta.
Keduanya merupakan hal yang berbeda.
Jangan Tertipu dengan Istilah “Harga Mulai Rp100 Jutaan”
Dalam iklan properti, Anda mungkin menemukan tulisan:
“Rumah murah mulai Rp100 jutaan.”
Tulisan tersebut belum tentu berarti tersedia rumah baru dengan harga Rp100 juta.
Harga “mulai” biasanya merujuk pada unit tertentu, lokasi tertentu, ukuran tertentu, atau promo tertentu.
Bisa saja harga tersebut merupakan:
- Harga tanah.
- Harga unit paling kecil.
- Harga setelah promo.
- Harga khusus cash.
- Harga sebelum biaya tertentu.
- Harga rumah second.
- Harga uang muka.
- Harga booking fee.
Karena itu, calon pembeli sebaiknya meminta harga jual final.
Berapa Penghasilan yang Dibutuhkan untuk Membeli Rumah Rp150 Juta?
Jika rumah dibeli secara tunai, tentu tidak ada cicilan KPR.
Namun, jika menggunakan KPR, kemampuan membayar harus dihitung berdasarkan penghasilan dan kewajiban lainnya.
Sebagai contoh sederhana, apabila pembiayaan sekitar Rp140 juta dilakukan selama 20 tahun dengan bunga tertentu, cicilan akan berbeda tergantung skema bank.
Karena itu, jangan menggunakan angka cicilan dari iklan sebagai patokan mutlak.
Bank akan melakukan analisis terhadap:
- Penghasilan.
- Status pekerjaan.
- Masa kerja.
- Riwayat kredit.
- Cicilan yang sedang berjalan.
- Usia.
- Kemampuan membayar.
- Kelengkapan dokumen.
Rumah Murah di Solo: Kota Solo atau Solo Raya?
Ini menjadi pertanyaan penting.
Jika Anda menetapkan syarat:
“Harus berada di Kota Surakarta dan harga maksimal Rp150 juta,”
pilihannya kemungkinan jauh lebih terbatas.
Namun jika kriterianya menjadi:
“Masih bisa dijangkau dari Kota Solo dan harga maksimal Rp150 juta,”
pilihannya menjadi lebih luas.
Wilayah seperti Sukoharjo, Karanganyar, dan Boyolali dapat menjadi alternatif.
Contohnya, di kawasan Sukoharjo terdapat berbagai kawasan perumahan yang dapat menjadi referensi pencarian seperti Kompelek Perumahan subsidi Bangsan Green 1 sukoharjo solo dan Perumahan Laban Permai Tahap 1.
Sementara itu, di Boyolali terdapat kawasan perumahan subsidi seperti Perumahan subsidi MIRAI JATI 1.
Nama kawasan tersebut bukan berarti semuanya memiliki unit di bawah Rp150 juta. Harga dan ketersediaan harus dikonfirmasi langsung karena unit dapat berubah.
Tips Mencari Rumah Murah di Solo di Bawah Rp150 Juta
Agar pencarian lebih efektif, gunakan beberapa kata kunci sekaligus.
Misalnya:
“rumah murah Solo 100 juta”
“rumah murah Solo 120 juta”
“rumah murah Solo 150 juta”
“rumah second Solo 150 juta”
“rumah subsidi Solo murah”
“rumah murah Sukoharjo 150 juta”
“rumah murah Karanganyar 150 juta”
“rumah murah Boyolali 150 juta”
“rumah murah Klaten 150 juta”
Jangan hanya mencari berdasarkan nama kota. Cari berdasarkan radius dari tempat kerja atau aktivitas utama.
Misalnya, jika bekerja di pusat Kota Solo, rumah di Sukoharjo atau Karanganyar yang berjarak 30 sampai 45 menit mungkin lebih realistis daripada memaksakan rumah di pusat kota dengan harga yang sama.
Checklist Sebelum Membeli Rumah Murah
Sebelum membayar booking fee atau DP, lakukan pemeriksaan berikut.
Legalitas
Periksa:
- Sertifikat tanah.
- Status kepemilikan.
- PBB.
- IMB/PBG jika relevan.
- Status tanah.
- Riwayat transaksi.
- Kesesuaian luas tanah dengan dokumen.
Kondisi Bangunan
Periksa:
- Atap.
- Struktur.
- Dinding.
- Lantai.
- Kamar mandi.
- Instalasi listrik.
- Saluran air.
- Drainase.
- Kondisi jalan.
Lingkungan
Periksa:
- Akses jalan.
- Risiko banjir.
- Jarak ke fasilitas umum.
- Keamanan lingkungan.
- Ketersediaan air.
- Jaringan internet.
- Transportasi.
Biaya
Hitung seluruh biaya:
- Harga rumah.
- DP.
- Biaya KPR.
- Notaris.
- Pajak.
- Renovasi.
- Perabotan.
- Biaya pindahan.
- Biaya transportasi bulanan.
Jadi, Apakah Rumah Murah Solo di Bawah Rp150 Juta Masih Ada?
Masih mungkin, tetapi semakin sulit jika yang dicari adalah rumah baru dan siap huni di lokasi strategis.
Untuk rumah subsidi baru, data resmi saat ini banyak menunjukkan harga sekitar Rp166 juta, termasuk beberapa proyek di wilayah sekitar Solo Raya seperti Boyolali.
Jika anggaran Anda maksimal Rp150 juta, strategi yang lebih realistis adalah mencari:
- Rumah second.
- Rumah yang membutuhkan renovasi ringan.
- Rumah di pinggiran Solo Raya.
- Rumah hasil penjualan cepat.
- Unit dengan ukuran lebih kecil.
- Promo khusus pengembang.
- Properti yang dijual langsung oleh pemilik.
Yang paling penting, jangan hanya mengejar harga termurah.
Cari rumah dengan kombinasi harga, legalitas, lokasi, kondisi bangunan, dan biaya setelah pembelian yang masih masuk akal.
Dengan anggaran Rp150 juta, pilihan mungkin tidak sebanyak beberapa tahun lalu. Namun, peluang mendapatkan rumah murah di kawasan Solo Raya masih terbuka jika pencarian dilakukan lebih luas dan calon pembeli mau membandingkan beberapa lokasi.
FAQ Rumah Murah Solo di Bawah Rp150 Juta
Apakah masih ada rumah di bawah Rp150 juta di Solo?
Masih mungkin ditemukan, terutama rumah second, rumah yang membutuhkan renovasi, atau properti di wilayah sekitar Solo Raya. Untuk rumah subsidi baru, harga yang tercatat pada banyak proyek saat ini berada di sekitar Rp166 juta.
Apakah rumah subsidi Solo bisa Rp150 juta?
Harga rumah subsidi baru perlu dicek berdasarkan proyek dan ketentuan yang berlaku. Data resmi Sikumbang yang tersedia saat ini menunjukkan sejumlah proyek Jawa Tengah dengan harga Rp166 juta.
Di mana mencari rumah murah dekat Solo?
Selain Kota Surakarta, pertimbangkan Sukoharjo, Karanganyar, Boyolali, dan Klaten.
Apakah rumah Rp100 juta masih ada di Solo?
Properti dengan harga tersebut mungkin ditemukan, tetapi biasanya perlu dicermati jenis propertinya, lokasi, luas, kondisi bangunan, dan status legalitasnya.
Lebih baik rumah baru atau rumah second Rp150 juta?
Tergantung kondisi. Rumah second yang legalitasnya jelas dan hanya membutuhkan renovasi ringan dapat menjadi pilihan yang menarik. Namun, rumah baru dapat memberikan keuntungan dari sisi kondisi bangunan dan minimnya biaya perbaikan awal.
Apa yang harus ditanyakan kepada penjual?
Tanyakan harga final, status sertifikat, luas tanah dan bangunan, kondisi rumah, biaya tambahan, status pajak, serta apakah harga yang ditawarkan masih berlaku.
