Rumah DP 1 Juta Cicilan 800 Ribu di Solo, Apakah Benar Bisa?

Rumah DP 1 Juta Cicilan 800 Ribu di Solo, Apakah Benar Bisa?

1 Dilihat

Rumah DP 1 juta cicilan 800 ribu di Solo menjadi salah satu topik yang banyak dicari masyarakat yang ingin memiliki rumah dengan penghasilan terbatas. Angka tersebut memang terdengar sangat ringan. Namun, apakah benar ada rumah di Solo yang bisa dibeli hanya dengan DP Rp1 juta dan cicilan sekitar Rp800 ribu per bulan?

Jawabannya, bisa saja, tetapi tidak berlaku untuk semua rumah dan tidak selalu berarti hanya membayar Rp1 juta tanpa biaya tambahan.

Skema seperti ini umumnya berkaitan dengan rumah subsidi pemerintah melalui KPR FLPP. Program tersebut memberikan bunga tetap 5 persen, tenor hingga 20 tahun, serta uang muka mulai 1 persen. Untuk rumah tapak, pemerintah juga memberikan subsidi bantuan uang muka sebesar Rp4 juta.

Karena itu, masyarakat yang menemukan iklan rumah DP 1 juta cicilan 800 ribu di Solo perlu memahami terlebih dahulu bagaimana perhitungannya.

Apakah Rumah DP 1 Juta Cicilan 800 Ribu di Solo Benar-Benar Ada?

Secara konsep, rumah dengan cicilan di kisaran Rp800 ribuan memang memungkinkan. Beberapa listing rumah subsidi di sekitar Solo dan Jawa Tengah bahkan menampilkan cicilan sekitar Rp830 ribu per bulan dengan tenor 20 tahun. Salah satu listing yang ditemukan mencantumkan rumah subsidi seharga Rp166 juta dengan estimasi angsuran Rp830 ribuan selama 20 tahun.

Namun, angka tersebut harus dibaca dengan hati-hati.

DP Rp1 juta biasanya merupakan bagian dari strategi promosi pengembang atau hasil kombinasi uang muka ringan, subsidi pemerintah, dan promo biaya tertentu. Sementara itu, cicilan Rp800 ribuan sangat bergantung pada harga rumah, jumlah pembiayaan, tenor, bunga, dan ketentuan bank.

Jadi, jangan langsung menyimpulkan bahwa semua rumah subsidi di Solo dapat dibeli dengan modal Rp1 juta dan dicicil Rp800 ribu setiap bulan.

Mengapa Cicilan Rumah Subsidi Bisa di Bawah Rp1 Juta?

Salah satu penyebabnya adalah skema KPR Sejahtera FLPP. Program ini ditujukan kepada masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR.

BP Tapera menetapkan beberapa fasilitas utama KPR FLPP, yaitu:

  • Suku bunga tetap 5 persen.
  • Tenor KPR maksimal 20 tahun.
  • Uang muka mulai 1 persen.
  • Bebas PPN.
  • Premi asuransi tertentu sudah termasuk dalam skema.
  • Tersedia subsidi bantuan uang muka untuk rumah tapak.

Bank BTN juga menjelaskan bahwa KPR BTN Sejahtera FLPP menyediakan uang muka mulai 1 persen, tenor hingga 20 tahun, bunga tetap 5 persen, serta bantuan subsidi uang muka pemerintah sebesar Rp4 juta untuk rumah tapak.

Dengan fasilitas tersebut, beban pembiayaan awal dapat menjadi jauh lebih rendah dibandingkan KPR komersial.

Contoh Perhitungan Rumah Subsidi Rp166 Juta

Sebagai gambaran, harga maksimal rumah subsidi untuk wilayah Jawa di luar Jabodetabek tercantum sebesar Rp166 juta. Ketentuan ini berasal dari Kepmen PUPR Nomor 689/KPTS/M/2023 dan batas harga tahun 2024 tersebut ditetapkan berlaku untuk tahun-tahun berikutnya.

Misalnya:

Harga rumah: Rp166 juta
Tenor: 20 tahun
Bunga: 5 persen tetap
DP: mengikuti skema KPR dan promo pengembang
Estimasi cicilan: sekitar Rp800 ribuan sampai Rp1 jutaan, tergantung jumlah pembiayaan dan komponen lainnya.

Sebagai pembanding, salah satu listing rumah subsidi di Jawa Tengah mencantumkan harga Rp166 juta dengan estimasi cicilan Rp830 ribuan untuk tenor 20 tahun.

Artinya, cicilan Rp800 ribuan bukan angka yang mustahil. Namun, angka tersebut tidak otomatis menjadi cicilan untuk setiap rumah subsidi.

Lalu, Apakah DP-nya Benar Hanya Rp1 Juta?

Bagian ini yang perlu diperhatikan.

Secara resmi, KPR FLPP memang memungkinkan uang muka mulai 1 persen.

Jika harga rumah Rp166 juta, 1 persen dari harga rumah adalah sekitar Rp1,66 juta.

Jadi, secara matematis, angka DP sekitar Rp1 juta memang berada dalam kisaran yang mungkin untuk skema uang muka ringan. Akan tetapi, jumlah yang harus disiapkan konsumen saat akad belum tentu hanya Rp1 juta.

Ada kemungkinan terdapat biaya lain seperti:

  • Biaya administrasi.
  • Biaya akad.
  • Biaya notaris tertentu.
  • Biaya pemesanan atau booking fee.
  • Biaya peningkatan kualitas bangunan.
  • Biaya tambahan sesuai kebijakan pengembang.
  • Biaya lain yang tidak termasuk dalam promo.

Karena itu, calon pembeli sebaiknya meminta rincian biaya secara tertulis sebelum membayar.

Rumah DP 1 Juta Cicilan 800 Ribu di Solo Biasanya Rumah Subsidi

Jika menemukan iklan dengan tulisan seperti:

“Rumah subsidi DP 1 juta, cicilan 800 ribuan per bulan”

kemungkinan besar iklan tersebut berkaitan dengan rumah subsidi atau promo pengembang.

Pasarnya memang cukup berkembang. BP Tapera mencatat bahwa hingga 11 Juni 2026, penyaluran KPR Sejahtera FLPP telah mencapai 77.532 unit rumah di 375 kabupaten/kota pada 35 provinsi.

Di sekitar Solo dan wilayah Jawa Tengah, masyarakat juga dapat menemukan berbagai penawaran rumah subsidi dengan cicilan mulai sekitar Rp800 ribuan hingga Rp1 jutaan, tergantung lokasi dan skema pembiayaan.

Namun, perlu dibedakan antara Kota Solo dan wilayah sekitar Solo Raya.

Rumah dengan harga lebih terjangkau biasanya lebih mudah ditemukan di wilayah sekitar Kota Solo dibandingkan lokasi yang berada di pusat kota. Karena itu, pencari rumah sebaiknya tidak hanya menggunakan kata kunci “rumah subsidi Solo”, tetapi juga mempertimbangkan wilayah seperti Sukoharjo, Karanganyar, Klaten, Boyolali, dan daerah sekitar Solo Raya.

Syarat Mendapatkan Rumah Subsidi di Solo

Tidak semua orang otomatis dapat memperoleh KPR FLPP.

BP Tapera menetapkan beberapa persyaratan, termasuk belum memiliki rumah dan belum pernah menerima subsidi atau bantuan pembiayaan perumahan dari pemerintah. Pemohon juga harus memenuhi batas penghasilan MBR sesuai zonasi.

Untuk Zona 1 yang mencakup Jawa selain Jabodetabek, batas penghasilan maksimal yang tercantum BP Tapera adalah:

StatusPenghasilan Maksimal
Tidak kawinRp8,5 juta/bulan
KawinRp10 juta/bulan
Satu orang peserta TaperaRp10 juta/bulan

Ketentuan tersebut mengacu pada Permen Perumahan dan Kawasan Permukiman Nomor 5 Tahun 2025.

Selain itu, rumah subsidi diperuntukkan sebagai tempat tinggal. Calon pembeli perlu memenuhi ketentuan program dan persyaratan bank penyalur.

Bagaimana dengan Pekerja Informal?

Pekerja informal juga memiliki peluang untuk mendapatkan pembiayaan rumah subsidi selama memenuhi persyaratan yang berlaku.

Pemerintah pada 2026 bahkan memperluas akses KPR FLPP bagi pekerja informal. BP Tapera menyebut pekerja informal tertentu dapat mengakses skema pembiayaan tersebut selama memenuhi persyaratan.

Artinya, rumah subsidi tidak hanya ditujukan bagi pegawai kantoran atau ASN. Pekerja dengan penghasilan tidak tetap juga dapat memiliki peluang, tetapi proses verifikasi kemampuan membayar tetap dilakukan oleh bank.

Hal yang Harus Dicek Sebelum Membeli Rumah DP 1 Juta

Jangan hanya melihat angka DP dan cicilan dalam iklan. Ada beberapa hal yang sebaiknya diperiksa.

1. Pastikan status rumah

Tanyakan apakah rumah tersebut benar-benar masuk program rumah subsidi atau merupakan rumah komersial yang mendapatkan promo dari pengembang.

2. Minta simulasi KPR dari bank

Jangan hanya mengandalkan simulasi dari sales. Minta simulasi pembiayaan dari bank penyalur.

Perhatikan:

  • Harga rumah.
  • Uang muka.
  • Jumlah pembiayaan.
  • Bunga.
  • Tenor.
  • Cicilan per bulan.
  • Biaya akad.
  • Biaya administrasi.
  • Biaya lain yang harus dibayar.

3. Tanyakan arti “DP 1 juta”

DP Rp1 juta bisa berarti uang muka yang harus dibayar setelah memperhitungkan subsidi atau promo. Bisa juga hanya merupakan promo booking atau bagian dari uang muka.

Karena itu, tanyakan secara langsung:

“Total uang yang harus saya siapkan sampai akad berapa?”

Pertanyaan tersebut jauh lebih penting daripada sekadar menanyakan harga DP.

4. Pastikan cicilan Rp800 ribu berlaku sampai kapan

Jika pengembang memberikan promo subsidi angsuran, tanyakan apakah cicilan Rp800 ribu berlaku selama seluruh tenor atau hanya beberapa tahun.

Ini penting karena terdapat iklan properti yang menawarkan subsidi angsuran dalam periode tertentu. Artinya, angka cicilan promo belum tentu menjadi angka cicilan sampai lunas.

5. Cek lokasi rumah

Harga rumah yang murah biasanya memiliki konsekuensi lokasi. Periksa jarak rumah dengan:

  • Tempat kerja.
  • Sekolah.
  • Rumah sakit.
  • Pasar.
  • Jalan utama.
  • Stasiun atau transportasi umum.
  • Fasilitas ibadah.
  • Akses kendaraan.

Rumah murah tetapi terlalu jauh dari aktivitas sehari-hari dapat meningkatkan biaya transportasi bulanan.

Apakah Cicilan Rp800 Ribu Masih Realistis pada 2026?

Masih mungkin, tetapi harus memenuhi kondisi tertentu.

KPR FLPP memberikan bunga tetap 5 persen dan tenor maksimal 20 tahun.

Di pasar properti, terdapat rumah subsidi di Jawa Tengah dengan harga sekitar Rp166 juta dan simulasi cicilan sekitar Rp830 ribuan untuk tenor 20 tahun.

Jadi, target cicilan Rp800 ribuan masih masuk akal untuk sebagian rumah subsidi.

Namun, calon pembeli perlu memahami bahwa cicilan aktual dapat berbeda berdasarkan:

  1. Harga rumah.
  2. Besarnya uang muka.
  3. Subsidi yang diperoleh.
  4. Bank penyalur.
  5. Tenor pembiayaan.
  6. Hasil analisis kredit.
  7. Promo pengembang.
  8. Biaya yang masuk atau tidak masuk dalam pembiayaan.

Kesimpulan

Jadi, rumah DP 1 juta cicilan 800 ribu di Solo memang bisa ditemukan, tetapi tidak berarti semua rumah di Solo memiliki skema tersebut.

Angka tersebut paling masuk akal jika dikaitkan dengan rumah subsidi dan KPR FLPP. Pemerintah menyediakan skema dengan bunga tetap 5 persen, uang muka mulai 1 persen, serta tenor hingga 20 tahun.

Beberapa penawaran rumah subsidi di wilayah Solo Raya dan Jawa Tengah juga menunjukkan cicilan sekitar Rp800 ribuan. Namun, pembeli harus memastikan apakah angka tersebut merupakan cicilan normal sampai lunas atau hanya cicilan setelah mendapatkan promo tertentu.

Jangan hanya bertanya “DP berapa?” dan “cicilan berapa?”

Tanyakan juga:

“Berapa total uang yang harus saya siapkan sampai akad, dan apakah cicilan tersebut tetap sampai lunas?”

Dengan begitu, calon pembeli dapat mengetahui biaya sebenarnya dan menghindari salah memahami iklan rumah murah.

FAQ Rumah DP 1 Juta Cicilan 800 Ribu di Solo

Apakah ada rumah DP Rp1 juta di Solo?
Ada penawaran rumah dengan uang muka sangat rendah, terutama pada rumah subsidi dan promo pengembang. Namun, total biaya awal perlu dikonfirmasi kepada pengembang dan bank.

Apakah cicilan rumah subsidi bisa Rp800 ribuan?
Bisa untuk kondisi tertentu. Beberapa listing rumah subsidi di Jawa Tengah mencantumkan estimasi sekitar Rp830 ribuan dengan tenor 20 tahun.

Apakah cicilan Rp800 ribu berlaku sampai 20 tahun?
Belum tentu. Jika angka tersebut merupakan promo subsidi angsuran dari pengembang, durasinya dapat dibatasi. Pastikan meminta simulasi KPR resmi.

Berapa bunga KPR FLPP?
KPR FLPP menggunakan bunga tetap 5 persen selama jangka waktu kredit sesuai ketentuan program.

Berapa lama tenor KPR FLPP?
Tenor KPR FLPP maksimal 20 tahun.

Apakah rumah subsidi hanya tersedia di Kota Solo?
Tidak. Pencari rumah dapat mempertimbangkan wilayah sekitar Solo Raya seperti Sukoharjo, Karanganyar, Klaten, dan Boyolali karena pilihan rumah dan harga dapat berbeda berdasarkan lokasi.

Apakah rumah subsidi cocok untuk pekerja dengan penghasilan terbatas?
Program FLPP memang ditujukan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah yang memenuhi persyaratan. Pekerja formal maupun sebagian pekerja informal dapat mengajukan selama memenuhi ketentuan.